LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 4 PEMURNIAN ZAT PADAT
Laporan Praktikum Kimia Organik I
Pemurnian Zat Padat
Disusun Oleh :
Desi Anis Satriani
(A1C119014)
Nama Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal,
M.Si.
Program Studi
Pendidikan Kimia
Jurusan Matematika Dan
Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2021
VII. DATA PENGAMATAN
|
Perlakuan |
Fungsi
alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.
Ditimbang aspirin
sebanyak 5 gram kemudian pindahkan ke dalam erlemeyer |
Aspirin berfungsi sebagai
sampel percobaan
Erlenmeyer berfungsi sebagai
wadah sampel |
Untuk mengetahui massa aspirin yang digunakan |
Massa aspirin sebanyak 5 gram |
|
2.
Dilarutkan dengan
15 ml etanol hangat dalam Erlenmeyer |
Etanol berfungsi Sebagai pelarut |
Untuk melarutkan aspirin dalam etanol |
|
|
3.
Dituangkan
sebanyak 40 ml aquades hangat ke dalam larutan aspirin-etanol |
Aquades berfungsi sebagai pelarut |
Untuk melarutkan aspirin dalam aquades |
Larutan menjadi berwarna putih |
|
4.
Ditambahkan norit
ke dalam larutan campuran aspirin lalu digoncangkan |
Norit berfungsi sebagai pengotor |
Untuk menghilangkan warna pada larutan |
|
|
5.
Dipanaskan larutan
dalam Erlenmeyer tadi di atas penangas air |
Penangas air berfungsi sebagai
penghasil panas |
Untuk memanaskan larutan yang ada
dalam Erlenmeyer yaitu larutan aspirin |
Terbentuk endapan |
|
6.
Disaring larutan
dalam keadaan panas dengan cepat |
Kertas saring berfungsi untuk
memisahkan zat terlarut dari zat padat |
Untuk memisahkan zat terlarut dari zat
padat |
Larutan menjadi jernih |
|
7.
Didinginkan
Erlenmeyer yang berisi larutan yang telah disaring di atas es batu |
Es batu berfungsi untuk menyerp panas dari
larutan |
Untuk mendinginkan larutan |
Terbentuk Kristal yang cukup banyak |
|
8.
Ditimbang kertas
saring |
Neraca analitik berfungsi untuk menimbang baik sampel maupun
kertas saring |
Untuk mengetahui berat kertas saring |
|
|
9.
Larutan dan
endapan disaring menggunakan corong Buchner |
Corong Buchner berfungsi untuk
memisahkan cairan dari endapannya |
untuk memisahkan cairan dari endapannya |
Terdapat endapan kristal |
|
10.
Endapan kristal
dikeringkan pada suhu kamar lalu ditimbang
|
|
Untuk mengetahui massa Kristal aspirin
|
Massa kristal |
VIII. PEMBAHASAN
Rekristalisasi merupakan teknik pemurnian
suatu zat padat dari campuran dan pengotornya, dengan cara mengkristalkan
kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang sesuai. Beberapa
syarat agar pelarut dapat difungsikan dalam proses kristalisasi yaitu
memberikan perbedaan daya larutan yang besar antara zat yang telah dimurnikan
dengan zat pengotor, tidak meninggalkan zat pengotor pada Kristal dan mudah
dipisahkan dari kristalnya. Pada video literature yang kami peroleh yang padat
yang digunakan disini adalah aspirin. Sedangkan pengotor yang digunakan disini
adalah norit.
Pada percobaan ini, aspirin yang
digunakan yaitu sebanyak 5 gram. Aspirin tersebut dilarutkan dengan etanol 96%
yang hangat. Fungsi dari etanol disini yaitu untuk melarutkan zat sampel itu
yaitu aspirin. Kemudian dituangkan aquades sebanyak 40 ml kedalam larutan
tersebut. Setelah penambahan aquades ini larutan berubah menjadi warna putih. Kemudian
ditambahkan norit kedalam larutan tersebut lalu digoncang. Penambahan norit ini
berfungsi sebagai pengotor didalam larutan itu. Selanjutnya dilakukan pemanasan
larutan yang telah dicampurkan dengan norit tadi menggunakan penangas air. Maka
diperolehlah endapan. Kemudian endapan tersebut disaring dengan cepat menggunakan
kertas saring. Hal ini bertujuan untuk memisahkan zat terlarut dari zat padat. Selanjutnya dilakukan
pendinginan larutan tersebut diatas es batu. Es batu disini berfungsi untuk
menyerap kalor dari larutan sehingga larutan menjadi Kristal. Setelah itu
larutan dan endapan dipisahkan guna mendapatkan endapan Kristal. Selanjutnya langkah
terakhir adalah endapan Kristal dikeringkan pada suhu kamar dan ditimbang. Pada
video percobaan ini Kristal aspirin bersih dari pengotornya. Sehingga aspirin
ini telah berhasil dimurnikan.
IX. PERTANYAAN
1.
Dari
video yang telah kalian simak, bagaimanakah prinsip dari rekristalisasi suatu
zat padat?
2. Bagaimana
jika pada Kristal yang terbentuk masih ada norit, apakah pemurnian zat padat
ini dikatakan berhasil?
3. Mengapa
saat penambahan aquades, campuran aspirin dan etanol berubah menjad warna putih?
X. KESIMPULAN
Rekristalisasi
merupakan teknik pemurnian suatu zat padat dari campuran dan pengotornya,
dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam
pelarut yang sesuai.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Nachtrieb., H. N. (2001). Kimia
Modern edisi keempat jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Setiorini., A. D. (2020). Analisa
Keemampuan Penyerapan Bubur Kertas (PULP) dari kertas bekas sebagai Adsorbent
Zat Warna Reaktif dan Logam Berat (Cu dan Fe) dari Limbah Cair Tekstil dengan
Adsorber Vertikal. Jurnal Teknik Patra Akademika, Vol 11 No. 1 Hal:22.
Soetrisnanto., D. D. (2013).
Rekristalisasi Garam Rakyat dari Daerah Demak untuk Mencapai SNI Garam
Industri. Jurnal Teknologi Kimia Industri, Vol. 2 No. 4 Hal: 217-225.

perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 1. prinsip dari rekristalisasi suatu zat padat adalah pemurnian suatu zat padat dari pengotornya, dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang sesuai.
BalasHapusAssalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 2.
BalasHapusApabila masih terdapat norit, artinya pada saat pelarutan norit belum larut secara sempurna, dan kemungkinan tidak akan terbentuknya kristal. sehingga percobaan dikatakan tidak berhasil.
Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 3. Karena aquades disini sifatnya sebagai pelarut dan dikarenakan efek dari Aspirin tersebut dilarutkan dengan etanol 96% yang hangat. Fungsi dari etanol disini yaitu untuk melarutkan zat sampel itu yaitu aspirin. Kemudian dituangkan aquades sebanyak 40 ml kedalam larutan tersebut. Setelah penambahan aquades ini larutan berubah menjadi warna putih.
BalasHapus