JURNAL PERCOBAAN 7 REAKSI REAKSI KETON

 

Jurnal Praktikum Kimia organik I

                         Reaksi-reaksi Keton

 


 

 

 

Disusun Oleh :

Desi Anis Satriani

(A1C119014)

 

Nama Dosen Pengampu :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

 

 

Program Studi Pendidikan Kimia

Jurusan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Jambi

 

2021


I.              Judul                         : Reaksi-reaksi Keton

II.           Hari / Tanggal           : Senin / 05 April 2021

III.        Tujuan                       : adapun tujuan pada percobaan kali ini adalah:

1.      Dapat mengetahui sifat-sifat Keton

2.      Dapat mengetahui reaksi reaksi yang terjadi pada Keton

IV.             Landasan Teori

Keton yaitu suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkil. Keton ini bersifat polar karena gugus karbonilnya polar dan keton lebih mudah menguap daripada alcohol dan asam karboksilat. Keton memiliki bentuk berupa cairan tidak berwarna, sehingga umumnya larut dalam air, ia memiliki titik didih yang relativ lebih tinggi daripada senyawa nonpolar serta bisa direduksi oleh gas H2 yang akan menghasilkan alkohol sekundernya. Struktur dari keton adalah mengandung unsur C, H, dan O dimana rumusnya R-C0-R’, dengan R yaitu alkil dan –C0- yaitu gugus fungsi keton (karbonil).

http://velahumaira.blogspot.com/2014/03/laporan-kimia-organik-identifikasi_27.html

Sifat-sifat yang dipunyai oleh keton ini yaitu keton memiliki aroma yang segar dan bisa larut dalam air untuk suku-suku rendah, tidak dapat larut dalam air meskipun zat cair untuk suku-suku tengah, berbentuk padatan untuk suku-suku tinggi. keton juga dapat diadisi, keton hanya bisa berpolimerisasi kondensasi dan tidak dapat dioksidasi (Diandra, 2015)

Alasan Keton tidak dapat dioksidasi dikarenakan gugus karbonilnya tidak mengandung atom H. Namun, jika dilakukan keton pengoksidasian secara paksa, maka keton akan pecah menjadi 2 jenis dari asam karboksilat yang disini atom C-nya berjumlah masing-masing lebih sedikit daripada keton semula. Keton juga tidak dapat bereaksi dengan oksidator lemah, seperti halnya pereaksi fehling dan juga pereaksi tollens. Propanon adalah senyawa keton yang berperan penting sehingga ia lebih banyak diproduksi. dalam bidang industry, propanon dapat dibuat dengan proses distilasi kering Ca-asetat. Kalsium asetat adalah hasil yang diperoleh dari distilasi kering dari kayu. Dalam kehidupan sehari-hari, propanon dapat difungsikan sebagai pelarut pada senyawa organik, seperti halnya lilin, cat, plastik, dan juga obat-obatan (Tiopan,2006).

 

 

V.                Alat dan Bahan

5.1 Alat

1.      Tabung reaksi

2.      Rak tabung reaksi

3.      Penjepit

4.      Gelas ukur

5.      Gelas kimia

1.2    Bahan

1.        Kristal amonium sulfat

2.        2% natrium nitroprusida

3.        Amonia

 

VI.             Prosedur kerja

1.        Dimasukkan 3 ml urin ke tabung reaksi lalu ditambahkan ammonium sulfat lalu sampai urin menjadi jenuh dan tabung reaksi digoyangkan

2.        Ditambah 2 tetes natrium nitroprusida lalu tabung reaksi digoyangkan

3.        Ditambah 1 ml ammonia perlahan lahan

4.        Amati apa yang terjadi

 

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:

https://youtu.be/fe_KGUeTH60

Berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:

1.      Apa fungsi dari penggoyangan reaksi pada setiap perlakuan ini?

2.      Mengapa pada saat penambahan ammonium sulfat ditunggu urin sampai jenuh?

3.      Mengapa perlu penambahan ammonia secara perlahan-lahan?

Komentar

  1. Assalamualaikum saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 1. Penggoyangan pada labu erlenmeyer dilakukan guna membuat larutan campuran tersebut merata dengan cepat sehingga menjadi homogen dikarenakan partikel partikel bergerak dengan cepat sehingga campuran tersebut homogen

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3.
    Sebenarnya penambahan amonia tersebut perlahan atau secara langsung tidak masalah, karena amonia tersebut sudah ditakar 1ml dan sudah pasti bereaksi, sehingga Penambahan amonia secara perlahan hanya untuk memastikan bahwa amonia bisa bereaksi.

    BalasHapus
  3. Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 2. setelah mengaati video kembali sebenarnya pada saat penambahan ammonium sulfat tidak harus ditunggu urin sampai jenuh karena nantinya setelah penambahan bahan tersebut tabung reaksinya akan digoyangkan supaya larutanya homogen

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Percobaan I Analisia Kualitatif Unsur-unsur Zat Organik dan penentuan Kelas Larutan

LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 2 PENENTUAN KELAS KELARUTAN

JURNAL PERCOBAAN 2 PENENTUAN SIKAP KELARUTAN