JURNAL PERCOBAAN 8 REAKSI REAKSI ALKOHOL
Laporan Praktikum Kimia organik I
Reaksi-reaksi Alkohol
Disusun Oleh :
Desi Anis Satriani
(A1C119014)
Nama Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal,
M.Si.
Program Studi
Pendidikan Kimia
Jurusan Matematika Dan
Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2021
I.
Judul :
Reaksi-reaksi Alkohol
II.
Hari / Tanggal : Senin / 12 April 2021
III.
Tujuan : Adapun tujuan praktikum pada percobaan ini yaitu:
1.
Dapat
mengetahui sifat-sifat Keton
2.
Dapat
mengetahui reaksi reaksi yang terjadi pada Keton
IV.
Landasan Teori
Alkohol merupakan nama
umum dari senyawa hidrokarbon. dimana rumus umumnya adalah CnH(2n+1)OH. Etil alkohol atau etanol adalah salah satu alkohol yang terdapat dalam minuman beralkohol atau minuman keras. dimana rumus kimia nya adalah C2H5OH. Alkohol itu sendiri ialah zat kimia yang paling banyak dikonsumsi orang selain dari nikotin (yang
terdapat dalam tembakau) dan juga kafein (yang terdapat dalam kopi). dimana alkohol ini dapat menyebabkan meningkatnya keakraban dalam bersosialisasi,
menambah nafsu makan, mengurangi resiko terjadinya degenerasi makuler dan
terbentuknya batu ginjal, serta meningkatkan HDL kolesterol (Joewana, 2005)
Alkohol ini tersusun dari atom C, H dan O dimana memiliki rumus umum CnH2n+1OH. Alkohol mempunya ciri khas didalam dirinya, yaitu adanya gugus –OH yang menempel di rantai karbon. Rantai karbon bisa berupa gugus alkil jenuh maupun tidak
jenuh, gugus alkil tersubtitusi dan bisa juga terdapat pada rantai siklik. alkohol tidak hanya bisa memiliki satu gugus -OH saja, namun alkohol juga bisa memiliki 2 atau lebih gugus -OH. Alkohol dengan satu gugus –OH dapat kita sebut alkohol
monohodroksi, sedangkan alkohol dengan dua gugus –OH disebut alkohol dihidroksi dan
seterusnya.
https://wanibesak.wordpress.com/tag/reaksi-reaksi-pada-alkohol/
pada alkohol ada yang dinamakan reaksi substitusi. Reaksi substitusi alkohol merupakan suatu reaksi penggantian gugus
fungsional didalam senyawa alkohol dan dpat diganti dengan gugus alkil halida. + H-Br
H2SO4 + H-Cl ZnCl2 +H2O 1-butanol 1-bromobutana (99%) 2-butanol 2-klorobutana
(66%). Reaksi Subtitusi Alkohol H2SO4 + H Br + H2O 1-butanol kalor
1-bromobutana (95%) zncl2 + H Cl + H2O 2-butanol 2-kloro butana (66%). reaksi substitusi pada Alkohol tidak dapat terjadi dalam larutan netral atau basa seperti alkil
halida, sebab gugus halida adalah gugus yang paling baik sedangkan OH-
bukan gugus pergi yang baik. Contoh
gugus pergi yang baik yiatu : + + OH- + Br- Didaalam larutan asam, alkohol di protonkan.
Contoh : H H X- R O : + H R-O+H Ion hydronium
https://www.slideshare.net/HapinAfriyani/sintesis-substitusi-dan-elimininasi-alkohol
Alkohol dapat dibagi menjadi alkohol primer,
sekunder dan tersier dimana bisa dibedakan dengan reaksi oksidasi. Alkohol primer bisa dioksidasi menjadi aldehida atau asam karboksilat hal ini Tergantung dengan kondisi
reaksinya. Alkohol sekunder hanya bisa dioksidasi menjadi keton sedangkan alkohol
tersier tidak mengalami reaksi oksidasi. Apabila alkohol primer dioksidasi, pertama-tama akan
dihasilkan aldehida. Aldehida yang dihasilkan tadi siap dioksidasi menjadi asam
karboksilat. Sehingga reaksi oksidasi alkohol primer dengan menggunakan zat
oksidator kuat akan bisa menghasilkan asam karboksilat, bukan aldehida. Apabila oksidasi
alkohol primer ingin menghasilkan aldehida, maka haruslah dipakai pereaksi
tertentu, contohnya piridinium klorokromat (PCC). Alkohol sekunder akan
dioksidasi oleh oksidator yang relative kuat menjadi keton (Tiopan, 2006).
V.
Alat dan Bahan
5.1 Alat
1.
3 tabung reaksi
2.
Pipet tetes
3.
Pipet volum
4.
Penyumbat tabung reaksi
5.
Rak tabung reaksi
5.2 Bahan
1.
Lucas
2.
Butanol
3.
2 butanol
4.
Fenol
5. Kalium
dikromat
6. Asam
sulfat pekat
7. Aquades
8. Dioksan
9. NaOH
10%
10. Iodin
VI.
Prosedur Kerja
6.1 Uji Lucas
1.
Masukkan larutan lucas kedalam 3 tabung
reaksi masing-masing 2 ml
2.
Masukkan 6 tetes butanol kedalam sampel
A
3.
Masukkan 6 tetes lautan butanol, 2
butanol kedalam sampel B
4.
Masukkan 6 tetes larutan fenol kedalam
sampel C
5.
Ditutup masing-masing tabung reaksi
6.
Diguncang tabung reaksi sampai homogen
7.
Ditunggu sampai tabung reaksi
mengeluarkan asap
8.
Catat waktu yang dibutuhkan untuk masing
masing tabung reaksi mengeluarkan kabut
6.2 Oksidasi alkohol dengan asam kromat
1.
Dimasukkan 5 ml kalium dikromat kedalam 3 tabung reaksi
2.
Masukkan 2 tetes asam sulfat kedalam
masing masing tabung reaksi
3.
Masukkan beberapa tetes butanol kedalam
tabung Reaksi A, 2 butanol kedalam tabung reaksi B dan fenol kedalam tabung
reaksi C
4.
Diguncangkan masing masing tabung reaksi
dan amati apa yang terjadi
6.3 Uji iodoform
1.
Dimasukkan 2 ml aquades kedalam masing
masing tabung reaksi
2.
Masukkan 3 tetes butanol kedalam tabung
A, 2 butanol kedalam tabung B dan fenol kedalam tabung C
3.
Masukkan 1 ml NaOH kedalam masing masing
tabung reaksi
4.
Penambahan NaOH Jika alkohol larut dalam
aquades
Penambahan
dioksan jika alcohol tidak larut dalam aquades
5.
Ditambahkan 5 tetes iodin kedalam masing
masing tabung reaksi
6.
Jika warna tidak terbentuk, maka
selanjutnya dipanaskan kedalam waterbath
7.
Diatur suhu 60°C
8.
Ditunggu sampai terjadi perubahan warna
Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:
Berdasarkan
video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Pada uji lucas mengapa tabung reaksi yang berisi sampel ditunggu sampai
mengeluarkan asapa ?
2. Jelaskan apa fungsi dari pengguncangan tabung reaksi pada
masing-masing percobaan ?
3. Pada
uji iodoform, mengapa perlu Penambahan NaOH Jika alkohol larut dalam aquades dan
Penambahan dioksan jika ktidak larut dalam aquades

Assalamualaikum perkenalkan saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 2. Fungsi pengguncangan tabung pada masing masing percobaan yaitu untuk mempercepat reaksi agar campuran pada reaksi tersebut lebih cepat merata sehingga dapat mengetahui apakah hasil dari reaksi tersebut dengan waktu yang cepat
BalasHapusBaiklah saya Sinta Marliya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1.
BalasHapustabung reaksi yang berisi sampel ditunggu sampai mengeluarkan asap ditujukan untuk menunjukan ada atau tidaknya reaksi yang terjadi, jika tidak menimbulkan asap maka jelas reaksi gagal, begitupun sebaliknya.
Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Penambahan NaOH ini dilakukan karena alcohol tadi larut dalam air. Namun, jika alcohol tadi tidak larut dalam air, maka yang dilakukan adalah dengan menambahkan dioksan. Hal ini dilakukan agar percobaan tetap bisa dilakukan.
BalasHapus