JURNAL PERCOBAAN 12 TEKNIK PEMISAHAN DENGAN KROMATOGRAFI KOLOM

 

Jurnal Praktikum Kimia organik I

Teknik Pemisahan dengan Kromatografi Kolom

 

 

 

Disusun Oleh :

Desi Anis Satriani

(A1C119014)

 

Nama Dosen Pengampu :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

 

 

Program Studi Pendidikan Kimia

Jurusan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Jambi

2021


I.              Judul                         : Teknik Pemisahan dengan Kromatografi Kolom

II.           Hari / Tanggal           : Senin / 10 Mei 2021

III.        Tujuan                       : adapun tujuan pada percobaan kali ini adalah:

1.      Untuk mengetahui prinsip kromatografi kolom

2.      Untuk mengetahui cara pemisahan dengan kromatografi kolom

3.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kromatografi kolom

IV.             Landasan Teori

Kromatografi kolom atau adsorpsi adalah salah satu contoh kromatografi adsorpsi. Karakter dari kromatografi ini adalah memiliki fasa diam dan fasa gerak. Fasa diamnya yaitu padat contohnya adalah silica gel, alumina, karbon aktif, dll. Sedangkan fasa geraknya yaitu cair contohnya adalah aseton, etanol dll. Prinsip kerja dari kromatografi ini adalah zat cair yang bertindak sebagai fasa gerak ini nantinya membawa senyawa hingga mengalir melalui fasa diam sehingga terjadi hubungan yang merupakan adsorpsi dari senyawa-senyawa tadi pada padatan yang ada dalam kolom. Fasa gerak bergerak dengan kecepatan bergerak suatu komponen dalam senyawa berpatokan pada seberapa besar dan lamanya komponen tersebut tertahan pada padatan penyerap yang ada dalam kolom. Dari pemisahan ini memperoleh hasil berupa fraksi-fraksi senyawa atau eluat yang bisa diletakkan pada bagian bawah kolom (Rubiyanto,2017).

Fasa yang digunakan pada kromatografi kolom fasa normal adalah fasa diam, dimana fasa diam ini bersifat polar. Dan fasa gerak, dimana fasa gerak yang digunakan bersifat relative nonpolar. Sehingga senyawa-senyawa yang memiliki sifat nonpolar nantinya terelusi lebih awal karena tidak diretensi oleh fasa diam. Interaksi yang terjadi pada kromatografi ini adalah interaksi hidrofilik yakni ikatan hydrogen dan dipol-pol. Pada umumnya fasa diam yang digunakan adalah silica gel. Fasa yang ada pada Kromatografi kolom fasa terbalik adalah fasa diam yang bersifat nonpolar dan fasa gerak yang relatif bersifat polar. Sehingga banyak senyawa polar yang nantinya terelusi lebih awal karena tidak diterensi oleh fasa diam. Mekanisme yang terjdi pada kromatografi kolom penukar ion yaitu adsorpsi dengan jenis interaksi yang terlibat adalah interaksi elektrostatik (ion) antara permukaan fasa diam dengan ion-ion dalam campuran (Leba, 2017).

Dalam beberapa peristiwa akan lebih efisien menggunakan pelarut yang bervariasi macamnya. Secara sistematis, untuk memisahkan komponen campuran zat terlarut menggunakan fraksi zat terlarut yang akan mencapai dasar kolom, kemudian mereka dipisahkan untuk menganalisis atau untuk difungsikan. Kromatografi kolom ini penting digunakan dalam industry karena bisa dengan mudah dinaikkan dari skala laboratorium ke skala produksi (Oxtoby, 2001).

Menurut Rohman (2020), untuk bisa melakukan pengukuran kecapatan alir volume pada fasa gerak yang ada dalam system kromatografi kolom yaitu dengan melakukan penjagaan kecepatan alir fase gerak yang konstan dan waktu yang diperlukan oleh pita komponen melalui kolom disebut dengan waktu retensi (tR). Jika kecepatan alir fase gerak melalui kolom adalah Fc maka volume retens (VR) dihitung menggunakan persamaan:

VR = tR                 X Fc

 

V.                Alat dan Bahan

5.1  Alat

1.      Neraca analitik

2.      Sudip

3.      Cawan porselen

4.      Gelas kimia

5.      Pinset

6.      Kolom

7.      Batang pengaduk

8.      Pipet tetes

 

5.2  Bahan

1.      Silica gel

2.      Kapas

3.      Kertas saring

4.      Aluminium foil

5.      Ekstrak etanol (Daun Ketapang)

 

VI.             Prosedur kerja

1.      Ditimbang silica gel sekitar 17 gr

2.      Rendam gelas wol atau kapas didalam pelarut yang kemudian ditutup menggunakan aluminium foil sampai bebas dari gelembung udara

3.      Masukkan kapas kebagian bawah dari kolom atau sebagai filtrate

4.      Padatkan kapas pada bagian bawah kolom

5.      Dimasukkan kertas saring seukuran kolom

6.      Dibuburkan silica gel dengan pelarut yaitu n-heksana : Etil asetat dengan perbandingan 7:3 hingga tidak mengandung gelembung udara lagi

7.      Dituang silica gel secara perlahan-lahan kedalam kolom sampai memenuhi 2/3 bagian dari panjang kolom

8.      Dimasukkan kertas saring pada bagian atas

9.      Didiamkan kolom selama 24 jam hingga diperoleh kolom yang kompak dan tidak mengandung gelembung udara lagi

10.  Ditimbang ekstrak etanol dari daun ketapang sebanyak 1 gr

11.  Diserbukkan ekstrak etanol tadi dengan menggunakan serbuk silica gelhingga diperoleh bentuk serbuk

12.  Ekstrak yang telah diserbukkan dimasukkan kedalam kolom

13.  Dialirkan pelarut sambil kran kolom dibuka. Proses ini menandakan pengelusian dimulai

14.  Ditambahkan pelarut pada bagian atas kolom, sehingga kolom tidak kering

15.  Jika sudah berwarna, hasil elusi ditampung masing-masing 5 atau 10 ml dalam fial yang telah dinomori

 

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini :

                       https://youtu.be/FIIqHoJS7GQ

berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:

1.      Jelaskan fungsi dari dpadatkannya kapas pada bagian bawah kolom?

2.      Mengapa silica gel perlu dibuburkan dengan pelarut yaitu n-heksana dan Etil asetat?

3.      Mengapa pada saat penuangan silica gel dilakukan secara perlahan-lahan?

Komentar

  1. Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Penuangan silika gel dilakukan secara perlahan-lahan karena pengisian yang tidak teratur akan menyebabkan adanya gelembung udara yang memungkinkan terjadinya mengakibatkan pelebaran pita kromatografi dan juga dapat mengakibatkan pecahnya kolom.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Yiyin Novela dengan NIM A1C119062 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Padatan kapas pada bagian bawah kolom berfungsi untuk menahan silika gel agar tidak terkeluar dari kolom.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Pada silica gel perlu dibuburkan dengan menggunakan pelarut dikarenakan agar mempermudah saat memasukam silica gel kedalam kolom

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Percobaan I Analisia Kualitatif Unsur-unsur Zat Organik dan penentuan Kelas Larutan

LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 2 PENENTUAN KELAS KELARUTAN

JURNAL PERCOBAAN 2 PENENTUAN SIKAP KELARUTAN